Showing posts with label makro. Show all posts
Showing posts with label makro. Show all posts

Wednesday, May 28, 2008

Dua tahun lumpur Lapindo

[English]
Hari ini Harian Kompas memuat foto lumpur Lapindo. Tampaknya tak ada kata yang perlu ditambahkan di sini. Semua sudah terucap.
Saya rasa sudah saatnya kita berhenti mengeluh tentang hidup kita dan mulai merasa bersyukur, dan berbagi.

.mulailah melakukan sesuatu. apa pun itu.

Walk the World

[English]

Beberapa hal memang patut didukung.

Di tengah kelaparan dan malnutrisi yang melanda negeri ini.

Tuesday, May 13, 2008

Kelaparan - 2

[English]
Beberapa waktu lalu, seorang teman mengirimkan tautan ini. Tentang sebuah penangkaran hewan di kota dimana para hewan banyak yang menderita dan beberapa bahkan dibiarkan mati. *menghela napas panjang*

Lagi-lagi, topiknya berkenaan dengan kelaparan. Kali ini kelaparan yang melanda hewan. Lagi-lagi, air mata pun tak tahan untuk tidak mengalir.

Saya berjanji pada teman saya bahwa saya akan menaruh cerita ini di blog saya, seraya berharap bisa berkontribusi terhadap perubahan. Maaf kalau terlalu lama dan lambat.

Menakjubkan betapa kita sering jatuh iba pada hewan, namun tidak terlalu pada manusia. Kita sering merasa kasihan ketika melihat hewan sakit, namun memilih untuk tidak mengacuhkan manusia yang tengah terpuruk dalam penderitaan.

Atau mungkin pemandangan itu terlalu menyakitkan buat kita, sehingga kita memutuskan untuk memalingkan pandangan dan meneruskan perjalanan dalam hidup yang serba indah dan bahagia, mungkin karena rasa takut akan menyakiti diri nantinya.

Saya pikir, seperti halnya anak-anak, para hewan ini ada untuk menyentuh kita lebih dalam, dengan keluguan, kejujuran, serta kerapuhannya.

Ketika rasa percaya, cinta tulus dan kasih mulai bertumbuh dalam diri, maka kita akan mampu menjadi diri yang lebih agung dan belajar untuk mencinta lebih banyak lagi. Untuk menyebar kasih dan mengulurkan tangan kita pada hewan, alam dan manusia.

Lihat siapa yang sebenarnya belajar mencinta sekarang. Dan kita tadinya berpikir bahwa kitalah yang membantu mereka.

Kelaparan - 1

[English]
Saya sudah sangat lama menunda menulis tulisan ini. Saya melihat berita di TV beberapa waktu lalu tentang kelaparan yang melanda negeri.

Seorang ibu dengan dua anak meninggal kelaparan di rumahnya.
Malnutrisi terjadi dimana-mana di beberapa daerah. Kelaparan berlangsung di kota tempat saya tinggal ini, di jalan-jalan yang saya lewati setiap hari. Rasanya saya tidak perlu menaruh satu gambar pun di sini. Sudah jelas.

Hati saya serasa melesak. Air mata mendesak.

Bahwasanya ada kelaparan di negara tropis agrikultur maritim ini sudah berada di luar nalar saya. Bahwasanya hal ini terjadi pas di depan mata saya--mata kita?--merupakan suatu hal di luar batas toleransi.

I sms beberapa teman. Saya menerima tanggapan yang menghangatkan hati.

Saya tahu ada masalah yang besar dan mungkin tak bisa saya pahami di negara ini yang kemudian menjurus ke situasi sekarang--baik dalam hal kelaparan maupun ketidakpedulian. Saya paham bahwa harus ada perubahan struktural--atau bahkan politis--untuk memperbaiki keadaan ini. Saya tahu itu.

Tetap saja, satu tanggapan yang paling berkesan buat seorang saya yang kecil dan biasa-biasa saja ini adalah ajakan seorang teman untuk melakukan apa pun yang kita bisa, untuk berbaik dan memperhatikan orang-orang di sekitar kita.

Pesuruh di kantor yang menyediakan secangkir kopi hangat buat kita tiap hari. Supir pribadi/taksi/bus/bajaj yang mengantar kita ke sana kemari dalam 'tempo yang sesingkat-singkatnya'. Pedagang kaki lima dan jajanan. Tukang sayur keliling. Anak laki-laki kecil berkaos garis-garis merah putih yang mungkin luput dari perhatian kita.

Tahukah kita apakah mereka punya makanan untuk makan nanti malam? Tahukah kita apakah anak-anak mereka telah diberi makan dengan baik dan dapat terus bersekolah? Pedulikah kita?

Saya sudah menunda penulisan artikel ini cukup lama. Karena saya merasa tidak tahu jalan keluar dari masalah ini. Hingga kini pun, sebenarnya saya masih tidak tahu.

Tapi mungkin itu inti masalah saya. Inti masalah kita. Kita begitu bingung, merasa bukan siapa-siapa dan tidak berdaya sampai-sampai kita tidak melakukan apa pun. Sama sekali.

Saatnya untuk melakukan sesuatu. Apa pun itu. Mulailah Memberi.

Thursday, January 10, 2008

Salam peduli autis

[English]
Akhir minggu lalu saya membantu teman-teman dari MPATI (Masyarakat Peduli Autis Indonesia) melakukan pelatihan berbicara di depan publik bagi para pelopornya.

Pelatihan diikuti oleh sekitar 15 orang. Ada yang orang tua dari anak penyandang autis, terapis, psikolog dan anak-anak muda dari Abnon Jakarta. Ada yang datang dari Kalimantan, ada yang datang dari Solo dan berbagai penjuru Jakarta.

Saya hanya bisa bilang: orang-orang luar biasa. Orang-orang yang penuh semangat dan komitmen untuk berbagi pemahaman tentang autisme serta membantu penyandang autis dan lingkungannya untuk menciptakan masa depan lebih baik bagi penyandang autis.

Terima kasih kepada Gayatri dan DY yang sudah mengizinkan saya untuk membantu dan yang sudah memprakarsai inisiatif indah ini. Salut dan terima kasih kepada teman-teman pelopor atas semangat dan kesabarannya.

Terima kasih kepada Mbak Lita dari Maverick yang langsung setuju membantu pelatihan ini. Gak kebayang kalau gak ada Mbak Lit.

Saya ingin berbagi dengan teman-teman, slide yang dipresentasikan ketika pelatihan tersebut. Moga-moga membantu dalam memahami.



Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Tini/Reni/sekretariat MPATI
Jl Warung Buncit Raya 99, Wisma Yaqif, Jaksel. Tel +62 (21) 799 1508, hp +62 (813) 8074 1898 atau e-mail yayasan_mpati@yahoo.com.

Wednesday, August 22, 2007

Pelayanan Operasi Katarak

Cut and paste dari YM yang saya terima dari seorang teman. Semoga bermanfaat.

RS Fakultas Kedokteran UKI Cawang bekerja sama dengan CBM(Christoffel Blinde Mission), NGO dari Jerman, mengadakan pelayanan Operasi Katarak untuk orang yang kurang mampu. Bagi yang memerlukan pelayanan tersebut, keterangan lebih lanjut dapat menghubungi: dr. Herny P., SpM dan dr. Elisabeth di no telp. (021) 8092317 ext. 313 dan 80870762 (Poli Mata RSU FK UKI). Mohon pesan ini dapat disebarkan ke contact Anda, agar orang-orang yang kurang mampu dapat terbantu. Jika bukan Anda yang memerlukan, Anda tidak keberatan membagi informasi kan?

Friday, August 17, 2007

Selamat Hari Kemerdekaan

[English]
Hari ini Indonesia merayakan Hari Kemerdekaanya yang ke-62. Saya mencoba mencari foto yang cocok untuk tulisan ini.

Pilihan saya jatuh kepada foto di bawah, menampilkan pemain bulutangkis double Indonesia, Hendra Gunawan dan Joko Riyadi, di Kejuaraan Dunia yang masih berlangsung di Malaysia.

Diambil dari artikel Kompas Cyber Media bertajuk “Pebulutangkis Indonesia Terus Melaju.” Lihat keseriusan, semangat pantang menyerah dan determinasi yang jelas tercermin dalam raut muka mereka.

Lebih dari itu, karena inilah yang saya rasakan atau saya harapkan dari bangsa dan negara kita tercinta ini: Bahwa kita terus melaju.

Saya capek mendengar orang complain, mengeluh tentang kondisi negara ini, menyalahkan pemerintah dan semua orang lain kecuali dirinya sendiri. Sudah waktunya kita mengubah paradigma itu dan menjadi lebih optimistis, konstruktif dan aktif.

Seperti kaos yang saya lihat di mall tadi siang: “You have to be the change that you want to see.” Bener banget.

Mulailah melakukan sesuatu. Apapun itu.

Wednesday, August 08, 2007

Kumis atau klimis?

[English]
Hari PILKADA saat Jakarta nyoblos memilih gubernur barunya.
Jadi yang mana nih? *deg-degan*

Tuesday, July 03, 2007

Dana hibah untuk ide bisnis inovatif

[English]

Ada hal-hal yang memang patut untuk dipromosikan.


SENADA, sebuah proyek peningkatan daya saing Indonesia yang didanai USAID, meluncurkan dana hibah senilai 1.000.000 dolar Amerika bagi perusahaan, lembaga dan organisasi yang memiliki gagasan inovatif untuk menjadikan Indonesia lebih berdaya saing.

Inovasi yang diusulkan dapat berupa produk dan jasa baru yang dapat menambah nilai atau mengurangi biaya; inovasi adalah prakarsa yang mendapatkan atau mempertahankan pelanggan atau memberikan layanan baru, atau gagasan yang mampu menciptakan lingkungan yang lebih ramah usaha.

Apapun inovasinya, yang terpenting adalah manfaat dari inovasi tersebut tidak hanya dirasakan organisasi penerima hibah, tetapi juga memiliki dampak lebih luas terhadap peningkatan daya saing suatu rantai nilai industri.

Lihat websitenya Business Innovation Fund SENADA.

.mulailah melakukan sesuatu. apapun itu.

Wednesday, May 23, 2007

Pendidikan dan UKM

[English]

Saya inget suatu hari pernah menyusuri bantaran kali yang ada di Jakarta, tempat rumah-rumah kumuh berdiri. Saya bertanya ke teman saya, gimana cara menghilangkan rumah-rumah itu. Dia cuma bilang, entaskan kemiskina. Bener banget. Bagaimana caranya?

Pendidikan dan pengembangan UKM. Saya benar benar benar percaya bahwa dua hal itu akan membantu membangkitkan kembali negara saya. Jangan minta saya untuk memberikan penjelasan panjang lebar alasan kuatnya. Karena saya tidak punya.

Pendidikan. Tidak perlu dijelaskan toh.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Mayoritas perusahaan di Indonesia dikategorikan sebagai usaha kecil atau menengah. Mayoritas. Terbayang gak kalau kebanyakan dari mereka berkembang dan maju? Kebayang betapa kuatnya gak ekonomi kita?

Kembali, gimana caranya?

Pertanyaan bernilai sejuta dolar. Saya akan mengutip teman lain ketika saya bertanya, “Apa yang bisa kita lakukan?” Dia bilang: lakukan apa yang kita bisa. Pas banget. Kita kebanyakan mikir. Berhenti berpikir, mulai bekerja.

Apa yang bisa kita lakukan? Banyak sekali. Lihat keluarga orang-orang yang kerja untuk kita. Office Boy. Supir. Pembantu. Pedagang kaki lima yang tiap hari keliling melewati rumah kita.

Punya waktu luang, ketrampilan tertentu? Jadi relawan. Ikutlah kegiatan sosial di sekitar kita, apa pun yang kita anggap paling sesuai buat kita, gak terlalu penting apa itu.

Suka nulis? Ya nulis donk. Dimana pun.

Punya uang? Sumbangin. Kurangi jumlah kopi starbucks yang dibeli tiap bulan, kurangi empat saja, dan berikan uangnya ke orang-orang yang membutuhkan.

Jadi orang yang benar-benar profesional dalam pekerjaan, apa pun pekerjaan kita. Gak ada tuh korupsi. Gak ada istilah mengeluh. Kalau kita konsultan, ya berikan konsultasi yang baik. Kalau kerjanya jadi perencana bisnis, ya rencanakan dengan benar. Kalau jadi kasir, hitung dengan benar. Punya kerja? Kalau gitu kita termasuk yang beruntung.

Senyum dan sapa orang yang membukakan pintu buat kita, orang yang mbersihin meja kita tiap hari, yang menyupiri kendaraan kita ke kantor, orang-orang yang tiap hari kita temui di lift kantor.

Kalau masih tetap ngerasa gak mampu membantu, minimal jangan perburuk situasi. Sudah terlalu banyak tanda-tanda yang diberikan. Apa lagi yang kita tunggu?

Mulailah melakukan sesuatu. Apapun itu.

Tuesday, March 13, 2007

Lumpur Sidoarjo

Katanya gambar itu bisa berbicara layaknya seribu kata. Silakan bercakap-cakap.




Gimana caranya kamu masih dapat berjalan di atas muka bumi ini dengan kepala tegak?


[pics courtesy of Efrulwan, Surabaya]

Sunday, February 18, 2007

Aksa Mahmud

Jumat lalu saya sedang mendengarkan radio Trijaya FM. Mereka tengah mewawancarai Aksa Mahmud. Beliau terdengar idealis, sederhana dan rendah hati.

Saya ingat, beberapa tahun lalu, saya pernah membuatkan company profile buat Grup perusahaannya. Waktu ngobrol dengan Pak Aksa, beliau juga terdengar idealis, sederhana dan rendah hati.

Satu pernyataan beliau yang saya ingat adalah ketika kami sedang ngobrolin tentang kegiatan sosial perusahaannya. "Sudahlah, kita fokus aja pada kegiatan bisnis, gak usah ngomongin tentang kegiatan sosial. Itu khan riya'." Waktu itu, saya cukup kagum.

Saya harap beliau tetap seperti itu dan benar-benar menerapkan hal ini dalam setiap hari kehidupannya, termasuk ketika beliau sedang berpolitik. Saya juga berharap semakin banyak orang seperti itu.