Friday, September 07, 2007

Macet

[English]
Hari ini jalan lebih macet dari biasa. Waktu tempuh yang biasanya tiga per empat jam, malam ini menjadi tiga hingga empat jam. Hujan.

Saya langsung berpikir tentang Sutiyoso dan rencananya untuk membuat bus way di jalan tempat saya sempat termangu-mangu karena gak bisa kemana-mana ini, menjadikan jalan yang tadinya dua lajur (satu arah) menjadi satu lajur.

Namun kemacetan lalu lintas selalu menjadi tempat berlatih saya yang baik. Membuat saya sadar naik turunnya ke(tidak)sabaran saya. Termasuk malam ini.

Saya dapat mendengar orang-orang mengklakson dengan emosional. Semua tampak lelah. Ingin pulang tapi tidak tidak tau bagaimana cara mencapainya (lebih cepat).

Saya melihat pasangan muda dengan anaknya naik motor, sharing satu poncho hujan berwarna hijau. Saya jadi membayangkan orang-orang yang bisa bernaung dari hujan pun tidak bisa.

Saya melihat seorang anak lain di pompa bensin bermain dengan gembiranya dengan sang bunda, mungkin merasa bahagia mendapatkan rehat lima menit setelah berkendara begitu lama.

Saya melihat tukang nasi goreng yang bertambah laris.

Dan saya melihat rumah saya. Dengan kebahagiaan yang melebihi sehari-harinya.

Malam ini juga merupakan salah satu saat-saat, dimana saya berpikir, hm, kamar mandi ok juga nih.

No comments: