Sunday, September 09, 2007

Catatan: Mutiara kerukunan (Pak Arif Rachman)

[English]
Catan ini saya buat ketika Pak Arif memberikan ceramah berkenaan dengan peringatan 1000 harinya ibu mertua kakak saya.

Pak Arif membuka ceramahnya dengan mengatakan kata pengantar biasa “Assalamu alaikum wr wb. Shawalat dan salam.. “ dan dilanjutkan dengan kata “doa dan keselamatan semoga tercurah kepada kita semua, terutama kepada sahibul bait (pemilik rumah) dan para guru kita.”

Al Qur’an mengatakan dalam salah satu ayatnya. “Berpuasalah engkau … agar kamu menjadi orang yang bertakwa.” Takwa inilah ujung dan muara kita.

Karena itu kita diberikan petunjuk, sebuah kunci surga berupa Al Qur’an, dengan ayat pertama yang turun memerintahkan kita untuk membaca (iqra). Membaca tidak sekedar membaca, tetapi memahami, yang maknanya lebih luas dan mencakup: dikerjakan, dijadikan bagian dari pribadi kita dan alat bagi kita untuk hidup bersama penuh kerukunan.

Kerukunan ini harus diupayakan dan tidak hadir begitu saja. Ada lima mutiara kerukunan, lima mutiara dalam hidup:
(1) Hendaknya kita dalam mengerjakan sesuatu, selalu mengingat Allah, dzikrullah.
(2) Beramal dengan ikhlas. Pak Arif mengatakan bahwa apabila kita ingin belajar tentang ikhlas, maka kita dapat berguru pada ibunda kita masing-masing (*terharu*).
(3) Shalat. Dalam shalat kita diingatkan “sadar donk.. tujuan hidupmu itu apa”, dalam kata-kata “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua hanya karena Tuhan seru sekalian alam.”
(4) Sabar. Sabar yang benarSabar yang diiringi oleh ketaatan kepada Allah, banyak beramal, dan bersujud taubat di ujung malam.
(5) Syukur. Pak Arif bilang, orang sekarang lebih pintar mengeluuuuuuuuuuuuuuuuuuuh terus. Kok ya gak berhenti-henti mengeluh. Padahal keluhan kita ini akan menutup diri dari sesuatu yang hendak Dia buka. Biasakan mengucap alhamdulillah.

Catatan lengkap dapat di-download di sini.

Moga-moga bermanfaat.

No comments: